Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perempuan Ini Koleksi Puluhan Ribu Label Pisang

Namanya Becky Martz. Dia berasal dari Orlando, negara bagian Florida, Amerika Serikat. Dia memiliki minat unik, yakni menjadi kolektor stiker label atau merek pisang. Jumlahnya fantastis, lebih dari 20.000 label.

label, produk, pisang
Sumber: duniapisang.com/Kidung Pamungkas

Ada banyak jenis kolektor di dunia ini. Banyak orang melakoninya karena berdasarkan kesenangan atau karena nilai jual. Ada juga yang menjadi kolektor karena berdasarkan seni, bisa juga karena keunikan.

Tapi untuk perempuan sepuh di Florida, Amerika Serikat ini, dia benar-benar berbeda. Mungkin kalian para pembaca baru kali ini mengetahuinya. Dia menjadi kolektor stiker label produk pisang.

Mengejutkannya lagi, jumlah yang ia koleksi adalah 22.630 label. Wah, itu jumlah yang sangat fantastis. Stiker label pisang yang ia dapat juga tidak hanya dari Amerika Saja, tetapi dari berbagai penjuru dunia.

Simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui cerita unik dari kolektor stiker label pisang yang bernama Becky Martz tersebut.

Sejarah Mengumpulkan Label Produk Pisang


Sebuah label produk dibuat untuk memberikan identitas barang yang diciptakan atau diproduksi. Label biasanya memuat informasi mengenai nama produk, baik itu berupa kata-kata, gambar atau logo dari perusahaan pemilik produk tersebut.

Setiap produk yang memiliki label, biasanya hanya memiliki fungsi sebagai identitas. Dan sebuah label produk yang tertempel, kebanyakan hanya akan dibuang begitu saja oleh sang pembeli.

Begitu juga dengan produk pisang, meski biasanya yang dijual di pasaran yang paling populer seperti Cavendish, tiap produsen memiliki label yang berbeda untuk menamainya.

Dan bagi Becky Martz, label yang ditempel di kulit pisang baginya sangat unik dan menarik perhatian. Dia mulai mengumpulkannya pada tahun 1991 silam, saat mengisi mangkuk buahnya dan melihat label pisang lama bernama Dole dari Guatemala dan yang baru berasal dari Honduras.

Martz kemudian penasaran berapa banyak negara berbeda yang bisa dia dapatkan di label Dole tersebut. Katanya, "saat itulah saya pertama kali mulai memperhatikan mereka dan memperhatikan perbedaannya."

Martz menilai bahwa label tersebut dirancang untuk menarik perhatian pembeli dan baginya, "itu adalah karya seni kecil."

Label pisang pertama yang dikoleksi Martz adalah produksi Chiquita yang bertuliskan "The Perfect Stocking Stuffer."

Baca juga: 5 Seniman Menakjubkan Ini Berkarya dari Pisang

Pertemuan dengan Para Kolektor Label Pisang


Tak dinyana, rupanya kolektor label pisang ada di berbagai belahan dunia. Jadi tidak hanya Becky Martz saja. 

Pada pertengahan tahun 1990-an, ketika internet saat itu baru lahir, putra Martz yang bernama Carl mendapati beberapa situs web yang berisi tentang penggemar label pisang. Akhirnya Martz terhubung dengan kolektor lain di negara yang berbeda.

Pada tahun 2008, Becky Martz bahkan pernah mengikuti pertemuan kolektor label pisang terbesar di dunia, yang lokasinya saat itu dilaksanakan di Kosta Rika, Amerika Tengah.

Dalam perkiraan Martz, ada sekitar 25 kolektor label pisang dari AS, 50 kolektor dari Asia dan sekitar 200 kolektor dari Amerika Tengah dan Selatan.

"Banyak kolektor yang bekerja di bisnis pisang tapi ketika saya di Kosta Rika sepertinya setiap orang dari pelayan hotel hingga pemilik toko memiliki koleksi. Kebanyakan dari mereka tidak tertarik berdagang, hanya mengumpulkan (label) dari pisang sendiri," jelas Martz seperti dikutip CNN.

Baca juga: Menyulap Pelepah Pisang jadi Songkok

Sisi Menarik dari Label Pisang


Mungkin orang akan bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menarik dari label sebuah pisang. Karena banyak benda di dunia ini, mungkin yang paling berharga dengan labelnya yang bisa dipamerkan, jauh lebih menarik dari pada label pisang.

Tapi menurut Becky Martz, label pisang dibuat untuk dibuang. Pembeli pisang, akan mengupas kulit yang ditempeli label, kemudian akan membuangnya ke tempat sampah atau ke pinggir jalanan.

Bagi kolektor dari Florida tersebut, "itu membuat saya semakin berharga. Saya telah menyelamatkan banyak label dari sampah atau kulit pisang di tanah. Saya merasa sedih ketika saya melihat seseorang membuang kulit dengan label masih di atasnya, jadi aku menyelamatkannya."

Label Pisang Langka


Setiap label pisang, yang biasanya dibuat dengan gaya stiker, telah menceritakan perkembangan kehidupan sebuah produk, atau bahkan perkembangan peradaban.

Salah satu label pisang yang dimiliki oleh Becky Martz, yang ia simpan di albumnya adalah produk dari Jacko, dengan gambar seorang bocah kecil yang mengenakan topi biru bertuliskan "Jacko."

Label tersebut dianggap langka dan berharga karena hadiah dari salah seorang teman kolektornya yang berasal dari Swedia.

Di laman situs pribadinya, Becky Martz telah menampilkan banyak sekali nama dari rekan kolektornya, yang telah ikut membantu memberi atau mengirim label produk pisang dari berbagai belahan dunia. Martz mengurutkan nama-nama itu secara alfabetis, seperti juga dengan koleksi label pisangnya yang dia urutkan dengan cara serupa.

Martz yang mengoleksi label pisang selama tiga dekade, masih menginginkan beberapa label langka lain. Label tersebut dikeluarkan oleh perusahaan Chiquita pada tahun 1980.

Saat itu, Chiquita mencetak beberapa label dengan maskot Olimpiade Soviet yang bernama Misha. AS memboikot Olimpiade tersebut jadi label itu tidak pernah digunakan. "Beberapa lolos dari kehancuran. Saya belum memilikinya, tapi saya selalu berharap (mendapatkannya," jelas sang kolektor.

Baca juga: Bonggol Pisang Sebagai Pupuk Organik Cair (MOL)

Generasi Penerus yang Jarang Muncul


Sebagai salah satu kolektor label pisang, Martz juga memikirkan kolektor penerus yang memiliki kesenangan seperti dirinya. Tapi kolektor yang lebih muda jarang muncul.

Justru beberapa kolektor yang memiliki jumlah besar koleksi telah meninggal. Sisanya yang masih hidup seperti dirinya, usianya telah semakin menua.

Populasi kolektor label pisang, dari waktu ke watu sudah semakin mengecil dan jarak antara mereka juga jauh karena berbeda negara.

Padahal, kesenangan aneh dan unik seperti yang dilakoni Martz, telah membuat perempuan tersebut dapat berkunjung ke berbagai negara seperti Jerman, Ekuador, dan beberapa negara lain karena dia menjalin pertemanan dengan orang-orang yang mengoleksi benda yang sama.

Mungkin karena memang bagi banyak orang, label sebuah produk, seperti halnya di pisang hanya sebagai penanda identitas perusahaan yang memproduksi. Namun meski itu hanya sebuah label, toh itu juga bagian dari perjalanan peradaban, setidaknya untuk produsennya.

Becky Martz adalah salah satu perempuan yang unik dalam dunia pisang. Tapi selain dia, ada banyak hal menarik tentang pisang yakni para pembuat kain dari serat pelepah pisang. Kisanak dapat temukan informasinya di artikel Kain Serat Pisang dari Jepang, Kijoka Bashofu

Kidung Pamungkas
Kidung Pamungkas Suka membaca, suka menulis, pekerja lepas

Posting Komentar untuk "Perempuan Ini Koleksi Puluhan Ribu Label Pisang"