Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ciri Pisang Batu, Keunggulan, Manfaat dan Harga Bibit

Pisang batu di beberapa tempat di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, disebut juga pisang Kluthuk. Pisang ini mudah tumbuh dengan liar dan subur. Banyak warga yang memeliharanya, tapi juga tak sedikit yang menyingkirkannya.

pisang batu, pisang klutuk, pisang kluthuk, pisang kluthuk wulung
(Wikipedia.org/Warut Roonguthai)

Pisang batu atau pisang kluthuk sebenarnya bisa dibilang sebagai leluhurnya pisang modern lho. Ini karena pisang kluthuk sering disilangkan dengan pisang jenis lain untuk menghasilkan buah pisang yang enak.

Pisang batu atau pisang kluthuk ini mudah tumbuh. Mungkin karena ini adalah jenis pisang awal atau pisang leluhur, yang memiliki ketahanan yang kuat.

Asal pisang batu atau pisang kluthuk adalah Asia Tenggara, termasuk anak benua India dan China bagian selatan. Nama ilmiahnya adalah Musa balbisiana. Dari wilayah ini, pisang batu atau pisang kluthuk kawin silang dengan Musa acuminata dan banyak menghasilkan pisang modern.

Pertama kali pisang batu atau pisang kluthuk ini dideskripsikan secara ilmiah oleh ahli botani dari Italia yang bernama Luigi Aloysius Colla. Dia menuliskan laporannya pada tahun 1820 silam.

Ciri-ciri pisang batu atau pisang kluthuk


pisang kluthuk, pisang batu, pisang
(musarama.org)

Pada dasarnya, pisang itu adalah bukanlah tanaman pohon. "Pohon" pisang yang dipahami oleh orang awam sebenarnya adalah batang semu pisang yang tumbuh secara kuat (meskipun) lunak dan menyangga daun serta buahnya.

Untuk pisang batu atau pisang kluthuk, batang semu pisangnya bisa tumbuh mencapai 6 meter. Diameter batang semu tersebut dapat mencapai 30 centimeter. Daunnya juga lebar dan panjang yang lumayan lentur dan kuat.

Bunga (jantung) pisang batu atau pisang kluthuk ini berwarna merah sampai merah marun. Buahnya berwarna putih semu kuning pucat dan tidak bisa dimakan saat mentah karena rasanya cenderung pahit dan sepet.

Baca juga: 5 Rekor Dunia Pisang, Ada yang Bobotnya Satu Kuintal Lebih

Salah satu ciri utama pisang batu atau pisang kluthuk adalah buah pisang ini memiliki banyak biji di dalamnya. Bijinya hitam kecil-kecil, tetapi tidak bisa bertunas.

Karena itu, perkembangbiakan pisang batu atau pisang kluthuk tetap menggunakan bonggolnya, meski buah pisang ini memiliki biji.

Keunggulan pisang batu atau pisang kluthuk


pisang batu atau pisang kluthuk, musa balbisiana, pisang liar
(Wikipedia.org/Xufanc)

Pisang batu atau pisang kluthuk disebut pisang liar. Meski begitu, sampai saat ini masih ada beberapa warga yang membudidayakannya di kebun atau dipinggiran sawah.

Jadi secara umum, pisang batu atau pisang kluthuk tidak benar-benar liar, meski secara luas, mudah ditemukan di hutan belantara di daerah Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, India, Filipina, atau China bagian selatan.

Keunggulan pisang batu atau pisang kluthuk adalah ia mudah tumbuh. Pisang batu atau pisang kluthuk bahkan disebut dapat bertahan di tanah lempung. Pisang budidaya seperti Cavendish tidak akan bisa ditanam di tanah lempung dan mudah layu atau kurus.

Keunggulan lain dari pisang batu atau pisang kluthuk adalah daunnya. Daun pisang ini lebih ulet dan lentur dibandingkan dengan pisang yang dibudidayakan secara modern. Karena hal tersebut, daun pisang batu atau pisang kluthuk banyak dipilih sebagai alat pembungkus.

Baca juga: Pisang Blue Java atau Kepok Awu, Manfaat dan Harga

Beberapa penduduk yang masih membudidayakan pisang batu atau pisang kluthuk, memanen daunnya untuk dijual. Mereka membesarkan pisang tersebut bukan untuk dipanen buahnya, karena buah pisang batu atau pisang kluthuk kalah saing dengan pisang budidaya modern.

Tapi untuk urusan daun, pisang batu atau pisang kluthuk ini adalah juaranya. Di pasaran, daunnya bisa laku mahal ketika musim kemarau. Ini karena daun pisang batu atau pisang kluthuk tidak mudah robek saat diterpa angin kencang.

Manfaat pisang batu atau pisang kluthuk


Secara umum, pisang batu atau pisang kluthuk tidak dapat dimakan ketika mentah. Ketika matang, pisang ini memiliki rasa yang agak manis dan asam. Tapi banyak orang sudah jarang mengkonsumsinya karena memiliki banyak biji yang membuatnya tidak nyaman ketika dimakan.

Pisang batu atau pisang kluthuk di beberapa wilayah, ada yang menggunakan sebagai bahan campuran rujak uleg. Ada rasa pahit dan sepet tapi membuat rujak uleg menjadi nikmat jika dicampur dengan pisang kluthuk mentah.

Pisang batu atau pisang kluthuk dipercaya dapat mengobati sariawan, mengobati diare, mengobati wasir dan mengobati rambut rontok. Selain itu, pisang batu yang direbus juga diyakini dapat menyembuhkan penyakit demam.

Baca juga: Pisang Abaka, Jenis Pisang untuk Industri Kain

Jantung pisang batu atau pisang kluthuk banyak dimanfaatkan sebagai urap karena rasanya yang gurih. Bonggol pisang batu atau pisang kluthuk juga dapat dimakan dan dimafaatkan denganc ara dijadikan sebagai keripik.

Pisang batu hitam atau pisang kluthuk wulung


daun pisang, penyakit daun pisang, pisang kluthuk tahan penyakit
(Wikipedia.org/ Dr. Scott Nelson)

Pisang batu hitam atau pisang kluthuk wulung ini ciri khasnya adalah batang semu pisang yang berwarna ungu kehitam-hitaman.

Ini adalah varian lain dari pisang batu atau pisang kluthuk. Warna ungu kehitam-hitaman ini terlihat di batang semu sampai dengan pelepah daun pisangnya.

Pisang batu hitam atau pisang kluthuk wulung ini telah terbukti tahan terhadap penyakit Black leaf streak disease (BLSD) atau penyakit hitam pada daun pisang.

Harga bibit pisang batu atau pisang kluthuk


bibit pisang batu, bibit pisang kluthuk, pisang batu, pisang kluthuk, bibit

Secara umum, Kisanak sebenarnya jika hidup di kampung atau di desa, akan dengan mudah mendapatkan bibit pisang batu atau pisang kluthuk ini. Kalian bahkan kalau beruntung bisa mendapatkan bibitnya secara gratis jika meminta kepada tetangga.

Ini karena pisang batu atau pisang kluthuk memang jarang dibudidayakan secara luas dan dianggap "kurang bermafaat" karena buahnya tidak laku dijual.

Tapi jika ingin membudidayakannya untuk misalnya dibuat tanaman obat atau diambil daunnya, Kisanak bisa mendapatkan bibitnya di toko online yang ada di Indonesia.

Harga bibit yang ditawarkan di toko-toko online tersebut bervariasi. Harganya dari mulai Rp 8.000 sampai dengan Rp 100.000. Harga ini juga termasuk mempertimbangkan ukuran bibit.

Jika Kisanak penasaran dengan harga bibit pisang batu atau pisang kluthuk luar negeri, harga di sana juga bervariasi. Ada yang menjual bibit pisang kluthuk atau pisang batu ini seharga 38,99 dolar AS atau sekitar Rp 500 ribu.

Itulah informasi menarik tentang pisang batu atau pisang kluthuk. Kisanak bisa mendapatkan informasi menarik lain di artikel Pisang Merah atau Pisang Genderuwo

Kidung Pamungkas
Kidung Pamungkas Suka membaca, suka menulis, pekerja lepas

Posting Komentar untuk "Ciri Pisang Batu, Keunggulan, Manfaat dan Harga Bibit"