Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pisang Variegata, Pisang yang Punya Corak Warna

Tahun lalu, tepatnya pada bulan November 2020, pernah viral sebuah video yang menunjukkan ada pohon pisang yang daunnya putih. Karena tumbuhnya di pinggir kuburan, suara dalam rekaman tersebut mengibaratkan "pohon pisang tumbuh kain kafan," seakan ada kaitan mistisnya. Benarkah pisang berdaun putih memiliki aroma mistis?

pisang variegata, bibit pisang variegata, pisang, variegata
(Banana.org)

Ketika pisang menjadi buah yang biasa dan tanamannya juga jadi tanaman yang biasa ditemui, maka ketika ada sesuatu hal yang di luar kebiasaan, orang akan cenderung memberikan spekulasi yang bermacam-macam.

Uniknya di Indonesia ini yang kental dengan spiritualisme dan mistisisme, kejadian yang luar biasa terkait suatu peristiwa atau objek tertentu, kemudian cenderung dimistiskan.

Ya, misalnya seperti pohon pisang berdaun putih tersebut. Karena terbiasa melihat daun pisang itu lumrahnya berwarna hijau, kuning dan cokelat (kalau sudah menua), maka warna putih dianggap aneh.

Tumbuhnya pohon pisang yang salah satu daunnya berwarna putih itu juga dipinggir kuburan, sebuah tempat yang seringkali dianggap angker. Karena itu, lengkaplah sudah anggapan mistis itu semakin kuat.

Tapi sebenarnya warna putih pada daun pisang bisa dijelaskan secara ilmiah. Bahkan sebenarnya bukan hanya daun pisang saja yang bisa berwarna putih, tetapi tanaman lain juga bisa. Ini adalah peristiwa yang sebenarnya biasa, khususnya bagi para ilmuwan biologi.

Proses biologis yang lumrah

variegata, tanaman variegata, bunga variegata
(Unsplash.com/Olena Shmahalo)

Berubahnya warna sebuah daun tanaman menjadi putih seluruhnya, atau sebagian, itu adalah proses yang bernama variegata. Proses tersebut terjadi karena tumbuhan kekurangan klorofil atau zat hijau daun.

Tanaman yang mengalami kekurangan klorofil, daunnya bisa berwarna putih atau kuning. Tapi yang umum dan kini sering terlihat di pedagang tanaman online adalah variegata berwarna putih. Entah itu pisang, bunga atau tanaman hias lainnya.

Menurut kamus Merriam-Webster, variegata yang dalam bahasa Inggris adalah Variegated, telah digunakan dalam kamus sejak abad ke-17 Masehi.

Variegated tersebut digunakan untuk menggambarkan warna tanaman yang memiliki dua warna atau lebih pada daun, bunga, atau bagian tanaman lainnya.

Bahkan, variegated juga kadang digunakan untuk menyebut beberapa binatang yang dalam satu tubuhnya memiliki kelainan warna seperti itu.

Kata variegated sebenarnya juga dapat digunakan untuk menggambarkan beragam benda atau sesuatu dalam kelompok yang memiliki perbedaan warna baik mencolok atau tidak mencolok.

Muasal kata ini berakar dari bahasa Latin varius yang bermakna variasi atau beragam. Dalam bahasa Inggris adalah variety.

Mengapa pisang menjadi variegata?


Jika orang awam menganggap warna daun pisang yang putih itu suatu keanehan, maka di kalangan ilmuwan khususnya di bidang biologi, itu bukanlah hal yang aneh dan sebenarnya sudah biasa.

Menurut Witjaksono, seorang pakar biologi sel dan biokimia di Pusat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), proses variegata pada daun pisang itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Itu bukanlah mistis.

Setiap tanaman memiliki pigmen yang disebut chloroplast. Seperti misalnya, warna hijau itu terjadi karena chloroplast yang memiliki kandungan klorofil (zat hijau daun), katanya Witjaksono seperti dikutip dari Kompas.

Pada daun yang berwarna putih, chloroplast tidak terbentuk dan pigmen lainnya juga tidak terbentuk. Oleh sebab itu, sel yang berisi cairan menyerap warna putih tersebut dan akhirnya membuat daun berwarna putih.

Jika daun pisang variegata, maka besar kemungkinan buahnya juga akan mengalami perubahan warna, tidak melulu hijau polos tapi akan ada corak putihnya.

Beberapa toko online sudah ada yang menjual bibit pisang variegata. Tapi harganya kadang juga berada di luar nalar karena satu bibit saja bisa mencapai lebih dari Rp.500 ribu. Bandingkan dengan bibit pisang Cavendish yang sekitar Rp.10 ribuan.

Untuk pisang variegata yang tanaman hias, itu harganya ada yang murah dan ada pula yang mahal. Sebagai tanaman hias, ia tidak berbuah.

Di Amerika Serikat, tepatnya di Hawaii yang memiliki cuaca hampir mirip seperti di daerah tropis, dikenal pisang variegata bernama Ae Ae. Pisang variegata tersebut tumbuh hanya sedikit setiap tahun dan buahnya manis.

Pisang variegata Ae Ae dari Hawaii ini juga daunnya memiliki kelir berwarna putih. Tiap daun memiliki corak warna putih yang beragam dan disebut langka.

Pada beberapa toko online yang saya telusuri, harga bibit pisang variegata Ae Ae ini sangat mahal. Satu bibit pisang variegata Ae Ae ini dihargai 894,99 dolar atau setara dengan Rp.12,8 juta.

Apakah variegata bisa sengaja diciptakan?

tanaman variegata, variegata, bunga variegata,
(Unsplash.com/Anne Nygard)

Sebagian besar tanaman variegata itu memang alami. Tanaman variegata yang ada di lingkungan liar akan memiliki proses tumbuh yang berbeda dari pada yang normal. Mereka cenderung lambat berkembang.

Ini dikarenakan tanaman variegata kekurangan klorofil. Berarti tanaman variegata memiliki lebih sedikit energi sebab klorofil bertugas memproduksi makanan sebagai nutrisi bagi dirinya sendiri.

Tapi apakah variegata pada tanaman itu bisa diciptakan secara sengaja dan bukan alami? Jawabannya bisa.

Ada beberapa cara untuk dapat membuat tanaman menjadi variegata, tapi umumnya dengan proses "penyiksaan." Penyiksaan ini maksudnya dengan cara merusak sel-selnya dengan berbagai pemicu.

Salah satu pemicu yang bisa membuat tanaman jadi variegata adalah dengan menyemprotkan herbisida. Karena pada dasarnya herbisida adalah racun tanaman, maka tanaman yang menerimanya akan sekarat, stres, dan sel-selnya rusak.

Selain dengan herbisida, kalau mau mencoba, kisanak dapat melapisi daun dengan kain atau plastik berwarna hitam.

Kisanak lapisi setengah saja dari daunnya dan nanti warnanya akan berubah semakin gelap sedangkan warna setengah bagian yang lain yang tidak dilapisi akan semakin cerah.

Apakah ada cara lain selain cara di atas? Ada.

Cara itu dilakukan oleh ilmuwan Jepang yang bernama Masayasu Taguchi. Ia mengajukan paten metode untuk membuat tanaman bervariegata pada tahun 1987 dan paten itu diberikan pada tahun 1990.

Metode yang dilakukan oleh Taguchi adalah dengan cara menghambat klorofil atau menghancurkan klorofil ketika proses tanaman itu bertumbuh. Taguchi menggunakan beberapa senyawa kimia untuk melakukannya.

Metode seperti atau serupa Masayasu Taguchi mungkin saat ini sudah banyak dilakukan oleh orang, tapi khususnya di bidang tanaman hias, bukan di bidang tanaman hortikultura seperti membuat bibit pisang variegata.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan jika bakal ada orang yang mengembangkan pisang variegata karena sampai saat ini harga jual bibitnya masih tinggi.

Tapi ingat, tanaman variegata itu biasanya lambat karena kekurangan klorofil.

Pisang variegata memang pisang yang unik. Tapi ada juga keunikan pisang lain yakni karena kreasi manusia yang Menyulap Pelepah Pisang jadi Songkok. Klik saja untuk membaca ulasannya.

Kidung Pamungkas
Kidung Pamungkas Suka membaca, suka menulis, pekerja lepas

Posting Komentar untuk "Pisang Variegata, Pisang yang Punya Corak Warna"