Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyulap Pelepah Pisang jadi Songkok

Pisang itu memiliki banyak sekali kegunaan. Selain buahnya adalah buah yang lezat, bagian-bagian pohon pisang juga memiliki banyak kegunaan. Berikut ini adalah beberapa orang yang berhasil menciptakan karya berupa songkok dari pelepah pisang.

songkok dari pelepah pisang, songkok, pelepah pisang
(Unsplash.com/Jametlene Reskp)


Pelepah pisang atau oleh Jawa disebut "debog atau gedebog" telah lama dimanfaatkan menjadi berbagai kepentingan. Hal yang paling lumrah dalam menggunakan debog ini adalah untuk membuat tali.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, ada ide-ide luar biasa yang muncul dari orang-orang kreatif sehingga terciptalah pelbagai karya dari debog. Salah satu karya tersebut adalah songkok atau peci atau kadang juga disebut kopiah.

Beberapa orang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur telah berhasil menciptakan dan mengembangkan pembuatan songkok dari pelepah pisang tersebut. Hasil dari karya mereka berhasil menembus pasaran.

Selain karena unik, karya songkok dari pelepah pisang itu yang pasti biodegradable aliah ramah lingkungan.

Pengrajin songkok dan blangkon dari Batang


Adalah seorang pengrajin yang bernama Riko Al-Muntako. Dia adalah seorang warga dari Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, kabupaten Batang.

Riko memanfaatkan limbah pelepah pisang menjadi kerajinan songkok dan blangkon. Pada pertengahan tahun 2020 yang lalu, ia mengaku telah menggeluti aktivitas tersebut selama tiga tahun.

"Pembuatan songkok dan blangkon inisiatif sendiri, waktu itu saya dalam tidurnya bermimpi bertemu dengan simbah yang menggunakan songkok pelepah pisang," kata Riko mengaku seperti dilansir dari laman ayobatang.

Dalam satu hari, lelaki inspiratif tersebut dapat membuat setidaknya tujuh songkok dan lima blangkon. Dia biasanya akan mengerjakan itu pada malam hari, karena ketika malam, pelepah pisang biasanya akan lentur dan tidak keras.

Jadi, pelepah dapat dikerjakan tanpa khawatir akan rusak.

Riko mendistribusikan kerajinan kreatifnya secara konvensional dengan cara keliling pasar di sekitar Batang. Dia menjual songkok dan blangkonnya itu seharga Rp. 30.000.

Santri di Ngawi mengubah pelepah pisang jadi songkok unik


Kisah lain dari manusia luar biasa yang berkreasi dari pelepah pisang adalah seorang santri di Ngawi, Jawa Timur. Namanya adalah Muhammad Kholil dari Pesantren Roudhlotul Falah, yang berada di Desa Karangmalang, Kecamatan Kasreman, Ngawi.

Dalam pengakuannya, Kholil mengatakan bahwa pelepah pisang yang dibuat songkok itu memiliki beragam bentuk.

"Kita buat menjadi beberapa bentuk songkok atau peci itu tadi dengan bahan asli pelepah pisang. Bentuk peci mulai yang natural hingga  bulat serta tiga dimensi dan bentuknya seperti kubah," ujarnya seperti melansir dari rmoljatim.

Songkok itu sudah mulai dikenal di sekitaran pasar Ngawi. Orang-orang dari beberapa luar pulau Jawa juga sudah ada yang memesannya. Harga jualnya, menurut Kholil, antara Rp.30 ribu sampai dengan Rp.85 ribu.

Kholil menganyam pelepah pisang yang telah dikeringkan selama 10 hari, dan memadukannya dengan bahan lain untuk menghasilkan songkok tersebut. Dalam sehari Kholil dapat membuat setidaknya lima buah songkok.

Ketika bulan Ramadan tahun 2021, pesanan orang yang meminta songkok buatannya meningkat. Dalam penjelasannya, dia masih mengerjakan songkok pelepah pisang itu secara manual. Jadi dia masih belum mampu menerima pesanan songkok pelepah pisang dalam partai besar.

Selain songkok, rupanya Kholil juga memiliki kreasi lain yang berasal dari pelepah pisang. Kreasinya adalah berupa tundung saji makanan. Bentuknya menarik dan terlihat sangat klasik.

Songkok dengan warna alami dari Tuhan


Pengrajin lainnya yang memanfaatkan pelepah pisang menjadi karya luar biasa adalah seorang yang sudah sepuh, berusia sekitar 69 tahun bernama Hadromi. Dia berasal Dusun Krajan, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi.

Lelaki sepuh ini awalnya adalah pembuat songkok dari bahan batik. Akan tetapi setelah songkok buatannya banyak dikenal, lalu banyak sekali yang menirunya.

Selain ditiru oleh banyak orang, songkok batik buatan Hadromi memiliki ketergantungan akut dengan kain batik produksi pabrik. Harga kain tersebut cenderung terus naik sehingga harga jual songkok batik juga semakin mahal.

Hadromi kemudian memiliki gagasan lain yang luar biasa inspiratif dengan mencoba memanfaatkan pelepah pisang saat dia ke kebun. Dia melakukan uji coba, menutak-atiknya untuk membuat songkok. Akhirnya, dia berhasil setelah beberapa kali gagal.

Songkok pelepah pisang Hadromi belum dipasarkan secara massal. Cucunya yang terbiasa dengan teknologi internet adalah orang yang memasarkan produk tersebut. Harganya sekitar Rp.45.000.

Pembuatan songkok pelepah pisangnya warga Banyuwangi ini masih tergantung dengan pesanan. Menurut Hadromi, warna songkok pelepah pisang buatannya yang alami dari penciptaan Tuhan justru lebih hidup dan lebih menarik dari pada songkok biasa.

Itu tadi beberapa kisah dari orang biasa yang dengan hebat dapat membuat karya dari pelepah pisang, yang selama ini dianggap kurang begitu berharga.

Tapi selain itu, pisang juga tak sebatas pisang. Ia memiliki makna mendalam. Kisanak dapat membaca ulasan menarik tentang Filosofi Pisang dalam Adat Pernikahan Jawa

Kidung Pamungkas
Kidung Pamungkas Suka membaca, suka menulis, pekerja lepas

Posting Komentar untuk "Menyulap Pelepah Pisang jadi Songkok"