Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Terpeleset Kulit Pisang Jadi Komedi?

Di banyak film, atau sekedar video hiburan, terpeleset kulit pisang jadi semacam lelucon. Bagi banyak orang, mungkin itu lucu. Namun bagi banyak lagi yang lain, itu mungkin klise. Mengapa terpeleset kulit pisang jadi komedi dan kapan itu bermula? Simak artikel ini sampai kelar.

kulit pisang, terpeleset kulit pisang, komedi terpeleset kulit pisang
(Unsplash.com/Jake Nackos)

Terpeleset kulit pisang dalam film komedi begitu banyak. Bahkan bahan komedi satu ini telah menyebar ke berbagai jenis film, baik itu film bisu, film komedi, dan film animasi atau kartun.

Saat kita masih kecil dan sering nonton film kartun. Banyak film kartun yang menampilkan komedi terpeleset kulit pisang, lalu tokohnya terjatuh.

Tapi sebenarnya mengapa terpeleset kulit pisang jadi komedi? Dan pertanyaan iseng lainnya adalah kapan terpeleset kulit pisang jadi bagian komedi? Apakah ada dasar yang menjadi pijakan terpeleset pisang jadi komedi?

Dalam artikel kali ini, kami akan menyuguhkan cerita unik dan ironis tentang asal-usul terpeleset kulit pisang yang sering kita lihat di film-film komedi tersebut. Baca artikelnya sampai habis ya.

Komedi fisik


Dasar utama dari terpeleset kulit pisang yang menjadi bahan komedi adalah komedi fisik. Komedi jenis ini biasanya menampilkan kemalangan orang lain sebagai bahan lelucon.

Jadi dapat dikatakan bersuka-ria di atas penderitaan orang lain.

Meski komedi fisik ini banyak dikritik, tapi tetap berjalan seiring zaman. Komedi fisik telah muncul sejak zaman Mesir Kuno, era Yunani kemudian Romawi dan terus berkembang hingga saat ini.

Seorang badut atau pemain pantomim sering menggunakan jenis komedi fisik ini untuk membuat penontonnya tertawa terbahak-bahak.

Ragam komedi fisik juga banyak. Tapi yang paling sering kita temukan di film-film adalah terpeleset kulit pisang. Kita kadang bisa tertawa karena melihat seorang aktor komedi yang terpeleset kulit pisang pisang tersebut.

Pisang sebagai buah yang mematikan


kulit pisang, terpeleset kulit pisang, komedi terpeleset kulit pisang, komedi kulit pisang
(Wikipedia.org/Vladiator360)

Komedi kulit pisang ini bermula sejak buah pisang menjadi populer. Itu tepatnya di Amerika Serikat ketika pada abad ke-19.

Masyarakat Amerika Serikat mulai mengenal pisang dari pedagang yang membawan buah tersebut dari Amerika Tengah dan Karibia seperti dari Jamaika, Kosta Rika, Panama, Honduras dan beberapa negara di wilayah itu.

Buah pisang tersebut kemudian menjadi populer di Amerika Serikat karena eksotis dan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan buah yang biasa ditanam di Amerika Utara seperti jeruk atau apel.

Nah, ketika buah ini populer, buah pisang menimbulkan masalah. Kota-kota di Amerika Serikat belum seteratur seperti saat ini. Banyak sampah bertebaran di jalanan, di trotoar, di selokan dan di tempat publik lain.

Sampah tersebut termasuk kulit pisang yang menumpuk. Banyak kejadian yang akhirnya membuat orang terpeleset kulit pisang sehingga patah tulang.

Bahkan pernah disebutkan kulit pisang itu mematikan setelah ada orang yang terpeleset kulit pisang, jatuh kemudian tertabrak truk. Kulit pisang bisa membunuh orang.

Akhirnya, Franklin D. Roosevelt yang pernah menjadi Presiden Amerika Serikat adalah salah satu orang yang mengumandangkan perang melawan kulit pisang.

Saat itu ia menjadi komisaris polisi di New York yang mulai membuat kebijakan melarang membuang kulit pisang sembarangan karena risiko bahaya yang ditimbulkan.

Episode sejarah inilah yang menjadi dasar bagaimana terpeleset kulit pisang menjadi bahan komedi. Para komedian menampilkannya secara lucu berdasarkan ironi dari fakta yang terjadi di masyarakat Amerika Serikat saat itu.

Sejarah dimulainya komedi terpeleset kulit pisang


Berdasarkan fakta yang terjadi di masyarakat, komedian dengan cerdas membuatnya sebagai bahan lelucon. Orang yang dianggap pertama kali mempopulerkan komedi terpeleset kulit pisang adalah Billy Watson.

Billy Watson berasal dari kelompok pertunjukkan panggung yang bernama Vaudeville. Kelompok ini menampilkan drama di atas panggung dan Billy Watson yang komedian dengan khas sering mempraktekkan terpeleset kulit pisang untuk membuat penonton tertawa.

Menurut laman Mentalfloss, Billy Watson konon melihat seseorang yang terpeleset kulit pisang dan orang tersebut kesulitan mempertahankan tubuhnya untuk berdiri sehingga jatuh.

Dari melihat itu, Billy Watson melihat ada kelucuan yang timbul ketika melihat orang lain terpeleset kulit pisang sehingga kemudian ia membawakan adegan terpeleset kulit pisang di atas panggung.

Pertunjukkan panggung oleh Vaudeville tersebut sering dilakukan di Amerika Serikat pada awal tahun 1900an.

Komedi terpeleset kulit pisang dalam film


Seiring berkembangnya zaman, mulai dikenal kamera dan bagaimana caranya membuat film. Mulai awal abad ke-20 itu, film lantas diciptakan meski hanya sebatas film bisu. Dalam film ini, kulit pisang juga menjadi bagian dari bahan komedi.

Film yang memunculkan komedi terpeleset kulit pisang saat itu adalah The Flirt yang rilis pada tahun 1917. Bintang utamanya bernama Harold Floyd.

Dalam satu adegan di film, ia mengupas kulit pisang dan membuangnya di lantai. Pelayan yang membawa nampan penuh sajian datang tanpa melihat ada kulit pisang di sana. Pelayan itu kemudian terpeleset dan semua makanan tumpah.

Selain Harold Floyd, ada juga Buster Keaton. Tapi dalam salah satu filmnya, dia menggunakan buah pisang sebagai bahan komedi dan bukan kulit pisang.

Komedi kulit pisang yang Keaton bawakan adalah menolak terpeleset kulit pisang. Maksudnya, ada seseorang yang membuang kulit pisang di trotoar agar ia celaka tapi ia melewati saja kulit pisang tersebut dan selamat.

Aktor lain dalam film bisu yang membawa adegan kulit pisang sebagai bagian dari komedi adalah Charlie Chaplin. Aktor komedi film bisu yang legendaris ini menjatuhkan dirinya ketika terpeleset kulit pisang yang ia buang sendiri

Bermula dari ironi sampah kulit pisang yang membuat orang celaka, para komedian membawa bahan itu menjadi bahan lelucon.

Dari film-film bisu komedi itu, terpeleset kulit pisang semakin kukuh menjadi bahan yang bisa dipakai untuk membuat penonton tertawa.

Bahkan ketika industri film sudah berkembang menjadi film berwarna dan bersuara, terpeleset kulit pisang masih terus menjadi salah satu bagian komedi.

Pada tahun 1975, Woody Allen dalam filmnya yang berjudul Sleeper juga membawa adegan terpeleset kulit pisang agar lucu. Kulit pisang dalam film Sleeper itu ukurannya jumbo.

Terpeleset kulit pisang terus digunakan sampai saat ini oleh banyak komedian. Entah itu lucu atau klise, tapi adegan terpeleset kulit pisang banyak ditemukan untuk membuat penonton tertawa.

Itulah tadi informasi menarik tentang asal-usul kulit pisang pisang yang jadi bagian komedi. Kisanak dapat membaca bagaimana pisang dapat menjadi karya luar biasa dan harganya mahal di artikel Cerita Pisang Termahal di Dunia Harganya 1,7 Miliar

Kidung Pamungkas
Kidung Pamungkas Suka membaca, suka menulis, pekerja lepas

Posting Komentar untuk "Mengapa Terpeleset Kulit Pisang Jadi Komedi?"