Buah Surga Bernama Pisang - Dunia Pisang

Dunia Pisang

Semua hal tentang pisang, dari mulai budidaya tanaman pisang, cerita tentang pisang, resep kuliner pisang, sampai karya seni dari pisang serta fakta-fakta tentang pisang.

Latest Update
Fetching data...

Minggu, 23 Mei 2021

Buah Surga Bernama Pisang

Di Indonesia, kita biasa menemukan pisang di hampir seluruh wilayah Nusantara. Pisang ini memiliki banyak varietas dan buahnya kaya akan nutrisi. Tapi, percayakah kisanak bahwa buah pisang disebut sebagai buah surga?

buah pisang, pisang buah surga, pisang, asal-usul pisang
(Unsplash.com/Brett Jordan)

Para sejarawan percaya, bahwa wilayah asal-muasal pisang adalah daerah tropis Indomalaya. Wilayah ini membentang panjang dari mulai Asia Selatan sampai Asia Tenggara.

Sepanjang wilayah Indomalaya ini, adalah tempat yang kaya akan beragam jenis pisang. Pisang dari mulai yang pendek, panjang, atau raksasa, dari yang berasa manis, sepet, asam, ada semuanya di wilayah ini.

Budidaya pisang pertamakali


Saat ini di hampir seluruh Indonesia, kita biasa menemukan pisang sebagai tanaman di pinggir rumah. Di banyak tempat, pisang juga sudah dibudidayakan secara luas untuk dipanen karena menjanjikan keuntungan yang berlimpah.

Tapi kapan sebenarnya pisang ini didomestifikasi? Maksudnya di bawa ke sekitar tempat tinggal dan bukan berada di hutan belantara yang liar?

Spesies asli pisang yang diyakini pertamakali didomestifikasi berada di daerah yang kini disebut Papua Nugini. Di banyak wilayah lain, baik itu di Asia Tenggara atau Asia Selatan, dahulu pisang masih berupa tanaman liar.

Temuan yang mengatakan bahwa domestifikasi atau budidaya pisang pertama di Papua Nugini diungkapkan pada tahun 1970an.

Saat itu para ilmuwan sedang berencana membuat perkebunan dan menemukan phytolith tanaman pisang di Kuk Swamp, Papua Nugini. Phytolith adalah jasad tumbuhan sebesar butir pasir, yang terdiri dari struktur mikroskopis, ditemukan di beberapa jaringan tumbuhan dan bertahan setelah pembusukan.

Tapi menurut Edmond De Langhe, ahli botani dari Belgia, penduduk di Kuk Swamp membudidayakan pisang bukan untuk dipanen buahnya, melainkan untuk dipanen "gedebog" atau pohonnya. Mereka memakan pohon pisang dan bukan buah pisang.

Pisang berasal dari Asia Selatan


Selain pendapat bahwa pisang pertamakali hidup di Asia Tenggara, Asia Selatan, tepatnya di India, juga dipercaya sebagai tempat pertama kali pisang bertumbuh.

Pisang dari India menyebar ke banyak benua ketika masa pelayaran antar samudera sedang jaya. Pisang dari India menyebar ke Asia Tenggara, Afrika dan daerah Arab yang dibawa oleh para pedagang dan penjelajah.

Dari Arab inilah nama latin dari pisang kemudian saat ini dikenal. Nama Latin pisang awalnya adalah Musa sapientum. Nama Musa pertama kali digunakan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1753, sebagai latinisasi dari bahasa Arab mauz yang berarti pisang. Sedangkan sapientum bermakna bijaksana.

Jadi buah pisang adalah buah kebijaksanaan. 

Saat ini di India ada ratusan jenis pisang dan India adalah penghasil pisang terbesar di dunia. India menghasilkan pisang 29.124.000 ton per tahun. Jumlah itu lebih dari empat kali lipat produksi Indonesia yang hanya 7.007.125 ton per tahun.

Pisang sebagai buah surga


Meskipun tidak ada kejelasan mengenai di mana sejatinya pisang pertama kali tumbuh, namun yang jelas pisang sebagian besar ditemukan di daerah tropis yang lembab. Pisang berkembang dengan cepat dan terdiri dari berbagai jenis di wilayah ini.

Dari daerah tropis inilah, pisang saat ini telah tersebar dan menginvasi banyak negara. Pisang menjadi salah satu buah favorit yang disukai karena kaya akan gizi dan sangat bermanfaat bagi tubuh kita.

Karena saking biasanya pisang ditemukan di banyak negara, mungkin ada yang tidak menyangka bahwa buah satu ini benar-benar spesial, khususnya di kalangan Muslim.

Buah pisang disebut di dalam kitab al-Qur'an, kitab suci umat Islam, dalam surat al-Waqi'ah. Di dalam surat tersebut khususnya dari ayat 27-33 digambarkan keadaan surga. Dalam salah satu ayatnya, bahkan disebutkan secara spesifik.

"Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu. (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus-menerus, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk."

Di awal tulisan ini sudah disinggung bagaimana pisang diperkirakan sampai di tanah Arab dari India yang dibawa para penjelajah dan para pedagang sebelum ajaran Islam muncul.

Dalam beberapa teks syair Arab pra-Islam, juga telah ditemukan buah pisang di dalamnya, khususnya yang ditemukan di daerah Palestina dan Mesir.

Ketika bulan Ramadan berlangsung setelah ajaran Islam diterapkan di sebagian besar wilayah Arab, konsumsi buah pisang juga dicatat meningkat dan digunakan untuk berbuka puasa.

Sebelum Islam lahir, sudah ada agama Kristen dan di dalam teologi Kristen, pisang juga disebut dalam menggambarkan kehidupan Adam dan Hawa.

Usai Adam dan Hawa makan buah terlarang, pakaian keduanya tiba-tiba menghilang dan terhukum telanjang. Mereka berdua kemudian meraih daun ara (fig leaves) untuk menutupi tubuh.

Menurut Dan Koeppel yang menulis buku "Banana: The Fate of The Fruit That Changed The World", ada kekeliruan penerjemahan fig leaves

Melansir dari laman Tirto, menurutnya, fig dalam catatan sejarah artinya adalah pisang dan bukan ara. Koeppel juga menjelaskan bahwa saat Aleksader Agung perang mencapai India, dia membawa oleh-oleh sampel pisang dan menyebutnya fig of Eve.

Itu tadi ulasan mengenai pisang, dari mulai penelisikan asal-muasalnya dan sejarahnya, serta dalam catatan keagamaan yang diyakini sebagai buah surga.

Eh, ada orang-orang luar biasa yang membuat pelepah pisang jadi kerajinan songkok lho! Kisanak bisa membaca ulasan menariknya di artikel Menyulap Pelepah Pisang jadi Songkok

Load comments